Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan

Makna Gelu untuk jenazah

Anda tahu gelu? Entah di daerah lain, tapi di wilayah yogyakarta pada saat penguburan mayat ada sesuatu yang mengiringi upacara pemakaman tersebut, yaitu Gelu. Gelu adalah tiga gumpalan tanah yang dibentuk sedemikian rupa untuk menahan jasad mayat. Biasanya gelu diletakkan di samping timur mayat pada bagian daerah kepala, punggung dan satu lagi di bawah. Tujuanya agar mayat tidak ngglebak. Mungkin di daerah lain bukan hanya tiga, tapi lebih dari itu.

Memang tidak ada nash qur'an maupun hadis yang menyuruh kita untuk menyertakan gelu tersebut. Pun penamaan gumpalan-gumpalan tanah itu dengan Gelu. Tapi ada beberapa makna tersirat yang mungkin bisa menjelaskan pemberian nama tersebut. Diantaranya adalah :

1. Gelu, adalah singkatan dari tuGel-teLu. Ini adalah bahasa jawa. Tugel (bukan togel) artinya putus, sedangkan telu berarti tiga. Ini artinya bahwa ketika orang sudah meninggal, semua amalnya terputus, kecuali tiga hal. Seperti yang disebutkan dalam hadis:

"Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah pahala amalnya kecuali dari tiga hal, yaitu sodaqoh jariyah (yang terus mengalir pahalnya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya."

2. Gelu adalah kata untuk melebihkan arti kata Gelo. Gelo berarti menyesal. Sedangkan Gelu berarti sangat menyesal. Ini mengandung makna bahwa setiap orang yang meninggal pasti menyesal. Bagi orang yang berdosa dia menyesal karena belum sempat taubat, sedangkan bagi yang sudah mempunyai amal sholeh, dia juga menyesal kenapa tidak lebih banyak lagi dia beramal sholeh.
Inilah dua makna yang bisa dijelaskan dari Gelu. Anda punya penjelasan lain?
.
READ MORE » Makna Gelu untuk jenazah

Sudahkah anda menyiapkan bekal untuk sebuah perjalanan pasti?

Perjalanan yang saya maksud disini adalah perjalanan kembali ke hadirat Allah. Perjalanan ke kampong akhirat. Tentu saja kita harus melewati kematian dulu. Tidak seorangpun lolos dari pintu. Nabi Idris pun ketika pengin jalan-jalan ke surga, beliau harus diwafatkan dulu. Apalagi tentu saja yang bukan nabi. Dan ini adalah sesuatu yang pasti. Semua yang bernyawa pasti akan menemuinya. Firman Allah dalam surat an-Nisa ayat 78:
"Dimanapun kalian berada, pasti maut (kematian) akan menemui kalian, meskipun kalian berada pada benteng yang kuat".

Nah, kalau itu adalah sesuatu yang pasti datangnya, sudahkah kita menyiapkan bekalnya?
Suatu ketika saya pernah mendengar seorang da'i mengutip sebuah riwayat, entah hadis atau bukan, tapi isinya kurang lebih begini:

"Tidak seorang mayitpun kecuali dia pasti menyesal, jika dia orang baik, maka dia menyesal mengapa tidak menambah kebaikannya, dan jika dia orang jahat, dia menyesal dia belum sempat bertaubat."

Riwayat ini menjadi peringatan bagi kita yang masih hidup, untuk benar-benar menggunakan kesempatan hidup kita yang entah sampai kapan batasnya ini, untuk sebanyak-banyaknya menambah amal sholeh dan juga segera bertaubat. Sebab yang namanya kematian, kapan saja saja bisa datang. Pagi sehat-sehat saja, tapi malam harinya sudah menjadi mayat. Malam tidur nyenyak, tapi pagi harinya sudah tidak bias bangun lagi.
Kebanyakan kita pasti lupa bahwa suatu saat akan mati. Padahal hamper setiap hari kita mendengar berita orang meninggal, atau mungkin kita melayat, mungkin juga kita melewati sebuah makam. Tapi tetap saja kita lupa bahwa kita juga akan mengalaminya.
Lalu apa yang harus kita persiapkan? Tentu saja adalah amal shaleh. Hanya itulah yang akan menemani dan menolong kita sejak kita masuk ke liang lahat sampai nanti kita dikumpulkan di padang mahsyar.

Dalam hadis lain disebutkan :

"Tiga hal mengikuti mayit, yang dua kembali dan satu tetap menemani. Yang kembali adalah harta dan keluarga, sedang yang tetap menemani adalah amalnya." HR. Anas bin Malik.

Jadi, sudahkah anda menyiapkannya?
READ MORE » Sudahkah anda menyiapkan bekal untuk sebuah perjalanan pasti?

Akhirnya, Sang Bunda Kembali Kepada-Nya...

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Sesungguhnya kita semua milik Allah, dan kepadaNya lah kita akan kembali.

Setelah menderita stroke selama 1 tahun, akhirnya Ibu dipanggil menghadapNya. Sebagai anak, tentu saja sedih mengingat bahwa rasa-rasanya saya belum begitu banyak membalas segala jasa Ibu. Tapi jika mengingat kondisi beliau selama sakit, barangkali kematian lebih baik. Terutama yang membuat saya merasa lega adalah beliau meninggal pada hari Jum'at, tepatnya malam jum'at sekitar pukul 03.00 dini hari. Sebab ada hadis yang menyatakan :

"Barang siapa yang meninggal pada hari Jum'at atau malamnya, maka Allah menjaganya dari fitnah (siksa ) kubur." Hadis ini diriwayatkan dari Rabiah bin Saif dan juga Anas bin Malik.

Semoga saya dapat lebih banyak berbakti kepada beliau setelah wafatnya, dan semoga segala amal kebaikannya diterima di sisiNya, segala dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Amin.
READ MORE » Akhirnya, Sang Bunda Kembali Kepada-Nya...